Pernah ga sih, kalian liat anak-anak yang seharusnya terus belajar tapi, mereka harus berjuang cari nafkah di jalanan?
Ada yang sudah kehilangan orang tua, bahkan ada juga yg ditelantarkan ayah atau ibunya
Mereka tak punya pilihan lagi, tak ada tempat untuk bergantung ,alhasil sebagian dari mereka ada yang harus sekolah sambil bekerja.
Contohnya seperti Mukti, ia menjadi tumpuan satu-satunya untuk ibunya yang menderita sakit stroke. Ayah nya pergi tanpa kabar. Setiap hari ia keliling berjualan jualan tisu milik orang.
Dalam satu hari terkadang tisu yang lak hanya 5 - 7 bungkus saja. Tak jarang ia dan ibunya kelaparan karena tak punya uang untuk membeli beras.
Ga hanya Mukti, Endar dan anak-anak lainnya pun merasakan hal yang sama
Mereka harus tinggal bersama nenek setelah kepergian orang tuanya.
Endar ditelantarkan ayah dan ibunya setelah bercerai. Sepulang sekolah ia membantu neneknya mencari sayuran di rawa untuk dijual. Tak hanya ia juga terkadang menjadi buruh pembersih botol plastik.
Sedangkan Wati, ia harus menjadi yatim piatu saat usianya masih 2 tahun.
Wati setiap hari berjualan keripik buatannya. Wati menjadi tulang punggung untuk hidupi neneknya yang sering sakit-sakitan.
Mereka ingin bisa terus sekolah dan menggapai cita-citanya, tapi nasib membuat mereka harus berjuang lebih keras untuk menggapai itu.
#PejuangKebaikan, maukah kita sama-sama membantu anak-anak ini bisa terus sekolah dan mencegah mereka agar tak kehilangan pendidikan melalui donasimu?